DPMD Kukar Pastikan Akses Listrik di 193 Desa dan 44 Kelurahan Terpenuhi
PLTS Komunal Muara
Enggelam milik BUMDesa Bersinar Desaku. (Doc. Bumdes Bersinar Desaku)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan akses listrik di seluruh wilayah desa dan kelurahan telah terpenuhi melalui Program Terang Kampungku.
Sebanyak 193 desa dan
44 kelurahan kini telah mendapatkan layanan listrik, baik melalui jaringan PLN
maupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan, pemenuhan
akses listrik tersebut juga mencakup wilayah yang berada di kawasan terpencil
atau remote area.
Untuk wilayah yang
belum terjangkau jaringan PLN, pemerintah melakukan intervensi melalui
pembangunan PLTS.
“Program Terang
Kampungku, pembangunan listrik desa kita itu di 193 desa dan 44 kelurahan itu
sudah terpenuhi semua. Baik yang dialiri dengan listrik PLN atau yang kita
intervensi melalui pembangkit listrik tenaga surya,” ujarnya saat ditemui di
Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar pada Jumat (18/9/2026).
Meski telah
beroperasi, ia menyebut kemampuan pembangkit tersebut masih belum maksimal
karena daya yang dihasilkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Namun yang kita
bangun itu memang belum maksimal. Artinya, tenaga yang dikeluarkan, diproduksi
oleh tenaga surya itu masih kurang,” terangnya.
Menurutnya, terdapat
sembilan desa yang telah mendapatkan pembangunan PLTS.
Pemerintah daerah
kini menyiapkan pengembangan kapasitas agar pasokan listrik di wilayah tersebut
dapat semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rencana tersebut
telah dibahas dalam koordinasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam pertemuan itu,
Bupati Kukar turut mengusulkan peningkatan kapasitas PLTS bagi desa-desa yang
masih mengalami keterbatasan daya.
“Pak Bupati
mengusulkan desa-desa kita yang saat ini listriknya dipenuhi dengan tenaga
surya, yang masih kurang, mudah-mudahan nanti di tahun 2027 bisa ditambah
kapasitasnya,” ungkapnya.
Penambahan kapasitas
tersebut diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat
dengan melibatkan PLN dan Kementerian ESDM.
Pemkab Kukar juga
akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim agar pengembangan
pembangkit dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia menegaskan,
Program Terang Kampungku dari sisi cakupan wilayah telah rampung.
Tahap selanjutnya
adalah memaksimalkan kapasitas pembangkit yang telah dibangun agar manfaat
listrik dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat.
“Ini sudah rampung
semua. Tinggal kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat,
bagaimana mereka bisa membantu kita untuk memaksimalkan daya yang sudah ada,”
jelasnya.
Pengembangan PLTS di
tingkat desa juga dilakukan secara bertahap oleh BUMDesa Bersinar Desaku
melalui PLTS Komunal Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis.
Pembangkit yang
dibangun sekitar 2015 tersebut terus dikembangkan dari kapasitas awal sekitar
30 kWp hingga kini mencapai sekitar 71 kWp.
Wakil Direktur
BUMDesa Bersinar Desaku, Ramsyah mengatakan, kebutuhan pengembangan pembangkit
masih terbuka seiring kebutuhan masyarakat.
Pihaknya bahkan telah menyampaikan proposal kepada Direktorat Jenderal EBTKE untuk mendapatkan dukungan pengembangan kapasitas.
“Harapan kami ke
depan tentu ada penambahan kapasitas lagi. Sejalan dengan program Presiden
terkait energi baru terbarukan, kami juga sudah menyusun proposal.
Alhamdulillah, proposal tersebut sudah kami sampaikan kepada pihak Direktorat
Jenderal EBTKE. Mudah-mudahan ada penambahan kapasitas yang bisa dibiayai
melalui APBN,” tutupnya. (Adv/Kriz)